Rabu, 02 April 2014

how should i hold this anger? but alas I can not afford to be angry

how should i hold this anger?
how??
how??

Dimana janjimu dahulu mas? yang selalu kau umbar dengan manis didepanku ??
yang selalu kau umbar di depan keluargaku dan keluargamu itu ?? sudah hilang kah mas?
ternyata selama ini aku hanya percaya terhadap penipu yang sangat handal ..
wanita mana lagi yang akan mengadu kepadaku, memberitahuku bahwa mereka kekasihmu dan menceritakan semuanya segalanya..
aku hanya tersentak, hanya bisa terdiam, dan gemetar 
bagaimana caranya aku menahan amarah? tapi nyatanya aku tidak mempunyai amarah karena aku tau jika kau mencintaiku dengan tulus kau tidak akan seperti itu
fikirku kau tidak mencintaiku dengan tulus, maaf! aku harus tinggal kan mu karena apa yang kau perbuat sudah tidak bisa aku fikir dengan logika lagi  mas
walaupun kau terus memohon kepadaku seperti sore itu aku tidak akan membatalkan keputusanku, karena keputusan ku telah bulat..
aku bukan wanita bodoh yg diam saja jika disakiti

tapi, mas??
apakah kau tidak malu dengan seragam mu?  dengan pangkat dipundakmu itu? dengan institusi mu?
dimana letak kewibawaanmu di depan anggotamu nanti jika pemimpinnya seperti itu mas?
berfikirlah sebelum bertindak, bukankah itu selalu diajarkan di institusi mu? 

pesanku perbaikilah apa yang di dirimu tidak baik, jangan lakukan lagi sesuatu yang menyakiti siapa pun karena nanti kau menjadi panutan bagi anggotamu yang pasti harus kau bimbing.

tidak perlu lagi kau meminta maaf dan memohon seperti itu lagi karena aku sudah memaafkanmu dengan ikhlas, dan jangan pernah berfikir kita kembali karena rasa itu telah mati setelah semua nya terbongkar...

cincin itu aku kembalikan, aku titip rekanmu disana

ibu mu selalu menelfonku tapi aku tidak kuat untuk berbicara, salam sayangku u/ ibu


I know am fine! because a lot of people around me who love me more.

Do not expect me back again love, :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar